Sektor Properti Masuki Tahap Pemulihan

Sektor Properti Masuki Tahap Pemulihan Dalam laporan akhir tahun 2010, Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mencermati kondisi sektor properti selama kurun dua tahun belakangan mulai memasuki tahap pemulihan, setelah terhempas krisis global pada tahun 2008 lalu.

"Pemulihan sektor properti ini terutama didukung oleh iklim ekonomi dalam negeri yang cukup stabil, sehingga kondusif bagi dunia usaha," kata Setyo Maharso, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI) dalam menyampaikan laporan akhir tahun di Senayan City, Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Menurut Setyo, indikator ekonomi makro yang ikut mendukung bangkitnya sektor properti adalah nilai tukar rupiah rata-rata dan suku bunga.

"Nilai tukar rupiah rata-rata pada kisaran Rp 9.100 terhadap dollar, dan suku bunga sertifikat Bank Indonesia (BI Rate) terkontrol meskipun ada kenaikan tingkat inflasi," kata Setyo



Menurut catatan REI, kata Setyo, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009 yang mencapai angka 4,5 persen sudah membawa pasar properti menjadi stabil.

"Kini di tahun 2010, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,9 persen, tentunya ini sangat mempengaruhi pasar properti yang dirasakan oleh pengembang di seluruh Indonesia," ujarnya.

Untuk proyeksi tahun 2011 nanti, kata Setyo, merujuk prediksi Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan mencapai 6,2 persen, tentunya akan menguntungkan sektor properti.

"Dengan prediksi ini, pasar properti Indonesia akan diincar investor asing, karena itu perlu memperbaiki regulasi kepemilikan asing yang belum kondusif" kata Setyo.

Sumber : properti.kompas.com